Skip to main content

Gadis Seksi Di Dinding Lusuh

Gadis seksi hampir tak berbaju menghiasi ruang berdinding lusuh,
Hampir duapuluh tahun sudah ia tak beranjak dari situ,
Telah berkali-kali warna dinding berganti,
Telah berganti hiasan di sisi kanan kirimu,
Telah lapuk kayu yang menjadi bingkaimu,
Namun kau tetap tak berubah,
tetap kelihatan seksi sampai kini.

Gadis Seksi Di Dinding Lusuh
Tak terlihat ada perubahan pada kulitmu,
Tak terlihat ada kerutan tanda bertambah tuanya usiamu,
Tak terlihat pula ada uban yang tumbuh di gerai rambut indahmu,
Pun matamu tetap berbinar bak remaja yang kasmaran,
Penampilanmu juga tetap konsisten tak tergoda perubahan zaman,
Lesung pipimu masih tetap manis tak membosankan untuk di pandang.

Gadis seksi di dinding lusuh,
Telah di tinggalkan sang pemilik ke tanah rantau,
Selalu setia menunggu tatapan mata siapapun yang terpesona,
Ada yang memandang dengan malu tapi mau,
Ada yang mencoba menggoda dengan senyuman,
Ada juga yang mencoba memegang dirimu,
Dan kau hanya diam tak bergerak,
Seolah semua itu tak menggoyahkan pesonamu.

Dan ketika sang pemilik pulang membawa kekasih bukan dirimu,
Lalu menampakkan keromantisan di hadapanmu,
Seolah kau telah di lupakan dan di campakkan,
Meski terkadang kau menjadi harapannya mendapatkan yang sepertimu,
Namun kau tak terlihat cemburu atau berduka,
Kau tetap setia dengan gaya dan senyum manismu,
Kau tetap gadis seksi di dinding lusuh.



Baca juga :

Comments

Popular posts from this blog

Sepenggal Kisah Bocah Jalanan

A ku berlari menyusuri gang sempit, becek yang sering kulewati. Sesekali menabrak orang yang sedang asik berjalan, bahkan sempat aku menyenggol barang bawaan seorang ibu tua hingga hampir terjatuh, " maaf Bu..!!" Aku terus berlari hingga ujung gang. Dan aku berhenti di rumahku. Rumahku bukanlah istana megah, gedung bertingkat. Tapi rumahku adalah sebuah bangunan semi permanen yang bisa dibilang kurang layak untuk dihuni. Tapi mau bagaimana lagi, ibuku hanya berjualan nasi uduk tiap pagi. Sorenya jika kesehatan ibu agak baik, ibu membuat gorengan lalu dijual. Tidak bisa banyak karena uang hasil jualan nasi udukpun tak seberapa. Ibuku adalah wanita yang tangguh. Sudah tiga setengah tahun ditinggal pergi bapak entah kemana. Aku sebenarnya kangen untuk ketemu sama bapak, tapi mengingat kejadian malam itu, saat bapak dengan kasarnya memukuli ibu, aku jadi benci dengan bapak. Entah kenapa bapak sampai memukuli ibu seperti itu. Kata bapak aku tidak boleh ikut campur urusan orang t...

Aku Tak Habis Pikir

Aku Tak Habis Pikir Di dunia ini segala sesuatu berjalan dengan sangat teratur, kata orang yang memang mengamati segala sesuatunya dari kacamata alam semesta jagat raya dan seisinya. Kalau yang mengatakan sebaliknya biasanya orang tersebut sedang mengalami krisis keduniawian/ kebendaan/ kematerian, dimana kemampuan matanya memandang hal di dunia ini hanya sebatas jangkauan panca indera yang notabene sangatlah teramat terbatas sekali. Keteraturan yang ada di alam ini hanya bisa diamati dengan penglihatan secara global menyeluruh dengan melibatkan berbagai peralatan canggih, bahkan harus sangat canggih baik peralatan dari luar diri kita maupun peralatan yang sebenarnya sudah tertanam dalam diri kita manusia. Peralatan canggih dari luar diri kita tentu merupakan alat yang bisa menjangkau secara maksimal (sesuai era/zaman yang sedang berjalan) objek-objek yang menjadi bahan pengamatan yang sistematis dan berkesinambungan dari dari jaman sebelumnya hingga detik ini (sekarang/ waktu yang...

Lelahku Bertumpu Pada Awan

  Tak lama berselang aku dalam kegelapan, Aku terlelap dalam keheningan, Terpuruk dalam keheningan, Terhempas ku dalam kehampaan, Tak terlukiskan betapa tak nyamannya ruangku kini, Aku kehabisan nafas kehidupan yang sebenarnya. Langkah kakiku bak tak menapak di permukaan tanah, Laksana terbang tanpa arah dan tujuan, Aku terbang ke sana-kemari entah sampai kapan, Tak kurasakan dekatnya ujung harapan kan datang, Belum ku cium aroma keindahan yang pernah kuharapkan, Semakin terasa jauh saja kesunyian ini menjeratku. Aku sebenarnya berusaha tuk tak hanya diam, Tapi sejauh kaki ku melangkah yang kudapati hanya kelam, Tak terpapar jelas masa depan itu kapan datang, Berlari ku hanya di tempat itu-itu saja, Berlaluku tak melampaui batas mimpi dan anganku, Aku sampai bosan merasakan ini semua. Dan angin perubahan dimana-mana di dengungkan, Tapi kau lihat saja aku masih tak kemana, Aku masih di sini bersama sang fajar yang terkadang hadir menemaniku, Jika malam berganti dengan sang bula...