Skip to main content

Tracking Pembelian dan Pengiriman Barang Dari Amazon Via DHL

Setelah membeli barang dari Amazon tentu harus melalui jasa pengiriman internasional. Dan pembelian barang yang aku lakukan pada tanggal 1 Februari 2012 kemarin dikirim melalui jasa pengiriman DHL International.

Waktu pengiriman dilakukan sehari setelah proses checkout barang dari Amazon. Itu artinya aku sudah positif untuk melakukan pembelian yang dilanjutkan proses pembayaran dan opsi pengiriman yang mau dipilih. Ada pilihan pengiriman standard dan pengiriman cepat. Untuk pengiriman standard waktu pengirimannya kira-kira sebulan. Sedangkan untuk pengiriman cepat ke Indonesia waktunya kira-kira satu sampai dua minggu.

Dengan menggunakan jasa pengiriman DHL, Amazon memberikan nomer tracking / tracking number pengiriman barang via DHL kepadaku, sehingga aku bisa melacak barang yang aku beli pengirimannya sudah sampai di mana. Cara melacak pengiriman barang yang aku pesan bisa melalui situs Amazon maupun situs DHL. Kalau melalui situs Amazon aku harus masuk dulu ke akun Amazon lalu lihat di “tracking my order.” Sedangkan DHL kita tidak perlu proses masuk ke akun tapi langsung tinggal tuliskan saja nomer tracking yang diberikan Amazon.

Ini contoh tracking pengiriman barang dari Amazon via DHL :
- Gambar yang ini diambil dari DHL :


Klik Gambar untuk memperbesar

- Sedangkan gambar ini ku lihat di akun Amazon :

Klik Gambar untuk memperbesar


Perhatikan, waktu pengiriman dari Amazon adalah tanggal 2 Februari 2012 dan di perkirakan sampai di tujuan tanggal 9 Februari 2012.
Ternyata Amazon mengirimkan barangnya dengan :
Kalau di hitung ternyata hanya membutuhkan waktu pengiriman 7 hari atau seminggu saja dari Amerika ke Sleman, Yogyakarta, Indonesia.

Ok deh. Berharap barang cepat sampai nih.

Comments

  1. Gan cara belanja di amazon memakai jasa DHL gmna ya apa udh otomatis di amazon apa kita yg ajuin

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Maafkan Keputusanku Bukan Kamu

M alam lalu mungkin adalah saat aku merasakan hal yang kuanggap telah menempatkan diriku pada posisi yang teramat sulit untuk hubungan kita yang telah terjalin sekian lama. Kau begitu memojokkan aku. Kau seolah tak memberi kesempatan kepadaku untuk sejenak berpikir. Kau begitu memaksakan diri untuk segera tahu apa jawabanku atas perasaan ini kepadamu. Dan aku tahu bahwa perasaanku kepadamu sebenarnya diantara kebimbangan antara hubungan pertemanan biasa ataukah lebih dari itu. Sebenarnya aku ingin mengatakan ini dari dulu sebelum aku bertemu dengan seseorang yang kini telah ku anggap cocok untuk menjadi calon pendamping hidupku. Seseorang yang telah kuputuskan untuk menjadi seorang yang istimewa di hidupku. Bukan berarti kamu ku anggap tidak istimewa, tapi juga bukan berarti aku bisa untuk menganggapmu menjadi lebih dari seorang teman atau sahabat. kau tetap ku anggap sebagai sahabatku. Sahabat yang selama ini selalu menjagaku, mendampingiku saat aku rapuh. Mungkin kau menganggap...

Komputer Internet Dan Bisnis Online Membuatku Menjadi Orang Gila Yang Hampir Saja Tidak Ada Obat Untuk Menyembuhkannya Selain Sesegera Mungkin Untuk Online

Ari Windarto - Komputer, Internet, Dan Bisnis Online Membuatku Menjadi Orang Gila Yang Hampir Saja Tidak Ada Obat Untuk Menyembuhkannya Selain Sesegera Mungkin Untuk Online. Bisa di pastikan saat aku berada di rumah atau di kerjaan tak akan bisa aku lepas dari internet. Jika di rumah jelas aku bebas untuk berinternet ria mencari dan melakukan apa saja melalui media online ini. Berbeda kalau aku di tempat kerja amak aku melakukan online yang ada hubungannya dengan pekerjaan yang aku hadapi. Aneh yang aku rasakan adalah kalau dalam sehari saja aku tidak bersentuhan dengan komputer dan internet rasanya ada yang kurang dan perasaan menjadi gelisah setengah modar / mati. Apapun akan aku lakukan untuk bisa menyentuh barang sebentar saja komputer yang ada di samping tempat tidur reyot kesayanganku. Nah kalau sudah begini jadinya bukan hanya sebentar aku memegang komputer, malah yang terjadi aku akan bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan monitor sambil online. Ah....dont disturb me ...

Sepenggal Kisah Bocah Jalanan

A ku berlari menyusuri gang sempit, becek yang sering kulewati. Sesekali menabrak orang yang sedang asik berjalan, bahkan sempat aku menyenggol barang bawaan seorang ibu tua hingga hampir terjatuh, " maaf Bu..!!" Aku terus berlari hingga ujung gang. Dan aku berhenti di rumahku. Rumahku bukanlah istana megah, gedung bertingkat. Tapi rumahku adalah sebuah bangunan semi permanen yang bisa dibilang kurang layak untuk dihuni. Tapi mau bagaimana lagi, ibuku hanya berjualan nasi uduk tiap pagi. Sorenya jika kesehatan ibu agak baik, ibu membuat gorengan lalu dijual. Tidak bisa banyak karena uang hasil jualan nasi udukpun tak seberapa. Ibuku adalah wanita yang tangguh. Sudah tiga setengah tahun ditinggal pergi bapak entah kemana. Aku sebenarnya kangen untuk ketemu sama bapak, tapi mengingat kejadian malam itu, saat bapak dengan kasarnya memukuli ibu, aku jadi benci dengan bapak. Entah kenapa bapak sampai memukuli ibu seperti itu. Kata bapak aku tidak boleh ikut campur urusan orang t...