Skip to main content

Pembelian Pertamaku Di Amazon

Untuk pembelian pertama di situs belanja online terbesar Amazon.com kali ini, aku membeli beberapa barang dengan Gift Card. Barang-barang yang aku beli adalah barang yang bisa dikirim ke Indonesia secara langsung dari Amazon.com. Makanya aku memilih barang yang termasuk kategori International Shipping di Amazon. 

Ada beberapa produk walaupun termasuk kategori International Shipping tapi tidak bisa dilayani Amazon, misalnya Kamera Nikon COOLPIX S9100 yang kemarin aku coba pesan ternyata di tolak oleh Amazon dengan alasan tidak bisa dikirim ke alamat Indonesia. Eh...ternyata setelah aku perhatikan ternyata Kamera Nikon COOLPIX S9100 itu buatan Indonesia lho, apa hubungannya?

Inilah beberapa barang yang aku beli dari Amazon kemarin.
  1. Kamera Digital Fujifilm FinePix F505 dengan spec : 16MP EXR CMOS sensor, Fujinon 15x wide angle optical zoom lens, Image Stabilization (CMOS Shift + High ISO), layar LCD 3.0-inch 460.000 pixel, menyimpan file format RAW + JPG, bonus 4 GB Class 10 SD memory card, dll. Kalau mau lihat produknya secara detail Disini.
  2. Flashdisk Kingston 8 GB USB 2.0 Hi-speed DT101G2/8GBZ. Lihat produknya secara detail Disini.
  3. Baterai Rechargeable Maximal Power DB FUJ NP50, untuk baterai cadangan Fujifilm FinePix F505. Lihat produknya secara detail Disini.
  4. Baterai Charger AmazonBasics AA NiMH + Baterai Rechargeable 4 buah.Lihat produknya secara detail Disini.
Kamera Digital Fujifilm FinePix F505
Baterai Charger AmazonBasics
Baterai Rechargeable Maximal Power DB FUJ NP50
Flashdisk Kingston 8 GB
Klik untuk perbesar gambar

Aku dari dulu pingin punya kamera yang fiturnya komplit dan hasil gambarnya juga bagus. Sebenarnya banyak pilihan yang ada di Amazon.com. Tapi berhubung badget yang ada hanya terbatas makanya harus memilih yang harganya masuk tapi fiturnya maksimal.
Sebelum memutuskan beli Fujifilm F505 ini, sebenarnya aku telah mengincar Kodak Easyshare Z990 yang dua bulan yang lalu harganya masih berkisar $183. Tapi pada awal tahun 2012 harganya sudah tambah mahal mencapai lebih dari $200. Ya jadi mikir lagi untuk membelinya.

    Popular posts from this blog

    Sepenggal Kisah Bocah Jalanan

    A ku berlari menyusuri gang sempit, becek yang sering kulewati. Sesekali menabrak orang yang sedang asik berjalan, bahkan sempat aku menyenggol barang bawaan seorang ibu tua hingga hampir terjatuh, " maaf Bu..!!" Aku terus berlari hingga ujung gang. Dan aku berhenti di rumahku. Rumahku bukanlah istana megah, gedung bertingkat. Tapi rumahku adalah sebuah bangunan semi permanen yang bisa dibilang kurang layak untuk dihuni. Tapi mau bagaimana lagi, ibuku hanya berjualan nasi uduk tiap pagi. Sorenya jika kesehatan ibu agak baik, ibu membuat gorengan lalu dijual. Tidak bisa banyak karena uang hasil jualan nasi udukpun tak seberapa. Ibuku adalah wanita yang tangguh. Sudah tiga setengah tahun ditinggal pergi bapak entah kemana. Aku sebenarnya kangen untuk ketemu sama bapak, tapi mengingat kejadian malam itu, saat bapak dengan kasarnya memukuli ibu, aku jadi benci dengan bapak. Entah kenapa bapak sampai memukuli ibu seperti itu. Kata bapak aku tidak boleh ikut campur urusan orang t...

    Aku Tak Habis Pikir

    Aku Tak Habis Pikir Di dunia ini segala sesuatu berjalan dengan sangat teratur, kata orang yang memang mengamati segala sesuatunya dari kacamata alam semesta jagat raya dan seisinya. Kalau yang mengatakan sebaliknya biasanya orang tersebut sedang mengalami krisis keduniawian/ kebendaan/ kematerian, dimana kemampuan matanya memandang hal di dunia ini hanya sebatas jangkauan panca indera yang notabene sangatlah teramat terbatas sekali. Keteraturan yang ada di alam ini hanya bisa diamati dengan penglihatan secara global menyeluruh dengan melibatkan berbagai peralatan canggih, bahkan harus sangat canggih baik peralatan dari luar diri kita maupun peralatan yang sebenarnya sudah tertanam dalam diri kita manusia. Peralatan canggih dari luar diri kita tentu merupakan alat yang bisa menjangkau secara maksimal (sesuai era/zaman yang sedang berjalan) objek-objek yang menjadi bahan pengamatan yang sistematis dan berkesinambungan dari dari jaman sebelumnya hingga detik ini (sekarang/ waktu yang...

    Lelahku Bertumpu Pada Awan

      Tak lama berselang aku dalam kegelapan, Aku terlelap dalam keheningan, Terpuruk dalam keheningan, Terhempas ku dalam kehampaan, Tak terlukiskan betapa tak nyamannya ruangku kini, Aku kehabisan nafas kehidupan yang sebenarnya. Langkah kakiku bak tak menapak di permukaan tanah, Laksana terbang tanpa arah dan tujuan, Aku terbang ke sana-kemari entah sampai kapan, Tak kurasakan dekatnya ujung harapan kan datang, Belum ku cium aroma keindahan yang pernah kuharapkan, Semakin terasa jauh saja kesunyian ini menjeratku. Aku sebenarnya berusaha tuk tak hanya diam, Tapi sejauh kaki ku melangkah yang kudapati hanya kelam, Tak terpapar jelas masa depan itu kapan datang, Berlari ku hanya di tempat itu-itu saja, Berlaluku tak melampaui batas mimpi dan anganku, Aku sampai bosan merasakan ini semua. Dan angin perubahan dimana-mana di dengungkan, Tapi kau lihat saja aku masih tak kemana, Aku masih di sini bersama sang fajar yang terkadang hadir menemaniku, Jika malam berganti dengan sang bula...