Skip to main content

Berhati-hati dan Bijak di internet

Berhati-hati dan Bijak di internet

 

Kita tahu di internet banyak sekali dijumpai hal-hal yang menarik perhatian dan memancing kita untuk meng klik nya. Bisa berupa iklan yang teramat sangat menggiurkan yang menawarkan barang/produk dengan harga murah sekali, atau berupa iklan lowongan kerja di rumah dengan modal kecil tanpa resiko, atau link yang menawarkan konten-konten dewasa berupa foto/gambar porno, cerita dewasa/17+, dll.

Apapun yang dilihat dan dibaca di internet seharusnya  kita sikapi dengan pikiran terbuka dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang serba instan/mudah. Sebaiknya dalam menyikapi bahasa internet adalah dengan selalu cek dan ricek, tidak tergesa-gesa untuk terlibat/mengambil kesimpulan/keputusan untuk mengikuti atau terlibat langsung. Karena bisa jadi apa yang kita lihat tersebut tidak bagus buat kita atau mungkin informasi tersebut hanyalah informasi palsu.

Bagaimanapun juga dalam dunia internet kita tidak mudah untuk membedakan mana hal yang benar-benar informasi bagus/baik/benar atau hanya informasi yang hanya omong kosong/penipuan/akal-akalan saja. Karena itu sebelum memutuskan untuk mengikuti/membeli/terlibat, sebaiknya telusuri dengan teliti dulu melalui forum-forum yang ada di internet. Dan satu lagi, di forum pun kita juga jangan begitu saja untuk mudah percaya dengan segala informasi yang kita dapatkan, karena tidak semua info itu ternyata benar.

Comments

Popular posts from this blog

Catatan Tentang Aku Dan Keakuanku

Catatan Tentang Aku Dan Keakuanku Merasakan hal yang hanya ada dalam pikiran. Antara sebuah kenyataan dan angan yang hanya terpisah oleh sekat yang sangat tipis. Tapi saat sebuah kenyataan itu benar-benar tak seperti harapan, maka buyarlah angan-angan. Mungkin dia pergi hanya untuk sesaat saja, lalu tak lama dia akan kembali lagi menjadi hiasan dan teman hidup sehari-hari. Memasuki dunia angan dan imajinasi bagiku adalah hal yang menyenangkan di saat dunia seolah tak berpihak kepadaku. Mungkin karena aku bukan pemain sandiwara dunia yang baik. Atau mungkin karena aku hanyalah bagian dari sisi dunia yang terpinggirkan, dimana sebenarnya aku sendiri yang sering memposisikan diriku manjadi penonton saja. Bukan pelaku atau pemeran utama. Dunia itu nyata dalam  dimensi ruang dan waktu. Dan aku termasuk satu dari sekian banyak pengisi ruang dan waktu. Aku ada dan nyata. Aku eksis. Aku bisa di lihat, di raba, di dengar suaranya, di sakiti perasaannya karena aku juga punya hati, dibua...

Di antara menunggu dan harap

Menunggu bisa terasa membosankan dan waktu terasa begitu lama.... Semakin terasa membosankan jika aku hanya diam sambil melirik jam tangan... Tapi yg kutunggu adalah jalan rezekiku... Yg kutunggu adalah perpanjangan nafas kehidupanku... Yg kutunggu akan memberikan kado hadiah hasil jerih payahku... Yg kutunggu adalah harapanku... Yg kutunggu adalah pembeli daganganku... Yg kutunggu adalah pemakai jasaku... Dan ku yakinkan agar ku tak bosan menunggu hingga ujung waktu... .... Dalam ku menunggu aku selalu berharap dan selalu berharap... Bukan...bukan menunggu dan diam tanpa berupaya...Sebagai manusia terkadang memang aku di hadapkan pada sebuah persoalan...Mana yg lebih baik dari berbagai pilihan yg terhampar di hadapanku...Kalau semua pun terlihat baik atau kalau yg ada menurutku tidak ada yg baik...Aku tetap harus menjatuhkan sebuah pilihan... ... Dan menunggu jika hanya diam tanpa bisa berbuat apa-apa lagi... Apa dayaku yang hanya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata,...

Hanya Bertahan

Bukan untuk sebuah mimpi yang terindah aku melakukan ini semua. Aku hanya inginkan sebuah hal yang nyata hadir dan ada. Aku bukan seonggok karang yang setiap saat harus menerima hempasan ombak tanpa ada usaha untuk mengelak. Jika memang kenyataan tidak berpihak kepadaku pasti karena aku yang tidak memahami akan roda kehidupan yang sedang berputar tanpa pernah berhenti dan selalu berubah. Tapi aku tak mau menjadi korban dari setiap perubahan yang tanpa arah yang jelas bagi langkah dan jalan yang akan aku tempuh. Biar aku tentukan jalan mana yang akan aku jadikan arah langkahku. Jika kesempurnaan memang bagian dari diriku dalam segala ketidak sempurnaanku maka aku memang benar-benar manusia yang membutuhkan dan di butuhkan. Aku mengalir dan ada dalam alam nyata. Setiap hal yang menghampiriku adalah bagian yang harus dan seharusnya ku hadapi tanpa banyak tanya yang justru akan menyudutkan aku pada satu kondisi bimbang. Padahal hanya di butuhkan sebuah keyakinan yang kuat untuk menjadi ...